Tuesday, March 27, 2012

Puing Satelit yang Bisa Hantam RI Beracun

[imagetag]
Satelit milik Rusia seberat 13,2 ton ada kemungkinan jatuh di wilayah Indonesia. Meski kemungkinannya masih kecil, puing seluas 4 x 4 meter itu membawa bahan bakar beracun dan material radioaktif.

"Tapi efek radiasi tidak ada. Walaupun ada satu material radioaktif, tapi hanya beberapa mikrogram. Itu akan habis terbakar," kata Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Jumat 6 Januari 2012.

Menurut pria yang akrab disapa Djamaluddin ini, bahan radioaktif itu tidak akan lolos menerpa Bumi. Jadi, tidak perlu dikhawatirkan adanya efek radiasi dari satelit bernama Phobos-Grunt itu.

Selain material radioaktif, bahan lain yang berbahaya adalah bahan bakar roket. "Itu sangat beracun. Tapi kemungkinan tabung bahan bakar akan pecah dan habis terbakar," ujar Djamaluddin.

Meski demikian, masih ada kemungkinan tabung itu tidak pecah dan akan menyisakan sedikit bahan bakar beracun saat jatuh ke Bumi nanti. Soalnya, tabung bahan bakar itu terbuat dari logam yang sangat tahan panas.

"Kemungkinan juga tabung bertahan dan bahan bakar juga sedikit tersisa," ujar pria yang juga menjabat Deputi Bidang Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan ini.

Meski demikian, Djamaluddin menyatakan kemungkinan itu sangat kecil. Lagipula, benda antariksa itu kemungkinan besar akan jatuh di areal lautan atau hutan yang jarang penduduknya.

Phobos-Grunt gagal diluncurkan ke Mars pada 9 November 2011 dan diperkirakan akan jatuh di area 51,4 derajat Lintang Utara sampai 51,4 derajat Lintang Selatan. Dalam rentang wilayah itu, Indonesia termasuk salah satu negara yang kemungkinan akan menjadi lokasi jatuhnya puing-puing satelit.

Posisi benda itu akan diketahui dua jam sebelum jatuh menerpa bumi. Posisinya saat ini diperkirakan berada pada 200 kilometer dari permukaan bumi. Pada posisi itu, sampah antariksa itu akan mengitari bumi setiap 89 menit.

SUMBER

windu1 28 Mar, 2012

No comments:

Post a Comment