Thursday, March 29, 2012

Cara Briptu Dara atasi pendemo anarkis

[imagetag]
Briptu Dara menjelaskan, perasaan takut akan hilang saat berada di lapangan untuk bernegosiasi. foto terkait (29/3)

Pada tahun 2006, Briptu Dara punya pengalaman menangani aksi unjuk rasa di depan Istana Wakil Presiden Jakarta. Meski pendemo kebanyakan dari kalangan pria, Polwan dari Kesatuan Lalu Lintas itu mampu bernegosiasi dengan baik.

Briptu Dara menjelaskan, perasaan takut akan hilang saat berada di lapangan untuk bernegosiasi. "Perasaan takut pasti, tapi tugas merupakan tanggung jawab untuk mengamankan Istana Wapres," kata polwan yang juga menjadi presenter laporan lalu lintas di NTMC Polri kepada merdeka.com, Selasa (27/3).

Ia menceritakan, pada tahun pertamanya menjadi polwan harus berhadapan dengan pendemo. Namun, pengalaman itu menjadi pengalaman berharga bagi dirinya.

"Pendemo yang didominasi pria, mampu kami redam emosinya dengan bernegosiasi," kenang Dara.

Menurut Dara, pengunjuk rasa dari kaum pria sangat menghormati polwan yang menjadi negosiator. Saat berhadapan dengan polwan, pengunjuk rasa lebih terkendali. Tidak sedikit pendemo meminta maaf sebelum melakukan orasi.

Sumber Tobatabo.com

pasada 30 Mar, 2012

No comments:

Post a Comment